silsilah
marga SIMBOLON TUAN
Simbolon
Tua, keturunannya bermarga Simbolon.
Tamba
Ttua, keturunannya bermarga Tamba.
Saragi
Tua, keturunannya bermarga Saragi.
Munte Tua,
keturunannya bermarga Munte (Munte, Nai Munte, atau Dalimunte).
Dari keempat marga pokok tersebut, lahir marga-marga cabang sebagai berikut (menurut
buku “Tarombo Marga Ni Suku Batak” karangan W. Hutagalung):
SIMBOLON
Lahir marga-marga Tinambunan, Tumanggor, Maharaja, Turutan, Nahampun,
Pinayungan. Juga marga-marga Berampu dan Pasi.
TAMBA
Lahir marga-marga Siallagan, Tomok, Sidabutar, Sijabat, Gusar, Siadari,
Sidabolak, Rumahorbo, Napitu.
SARAGI
Lahir marga-marga Simalango, Saing, Simarmata, Nadeak, Sidabungke.
MUNTE
Lahir marga-marga Sitanggang, Manihuruk, Sidauruk, Turnip, Sitio, Sigalingging.
Keterangan lain mengatakan bahwa Nai Ambaton mempunyai
dua orang putra, yaitu Simbolon Tua dan Sigalingging. Simbolon Tua mempunyai
Walaupun keturunan Nai Ambaton sudah terdiri dari
berpuluih-puluh marga dan sampai sekarang sudah lebih dari 20 sundut
(generasi), mereka masih mempertahankan Ruhut Bongbong, yaitu peraturan yang
melarang perkawinan antarsesama marga keturunan Nai Ambaton.
ceKELUMIT
ttng MARGA qyu...
Pomparan ni si Raja
Naiambaton biasa disingkat menjadi PARNA, yaitu marga-marga yang dipercayai
sebagai keturunan dari Raja Naiambaton yang karenanya tidak boleh menikah satu
dengan yang lainnya. Hal ini dipertegas dalam tulisan-tulisan pustaha Batak
yang berbunyi “Pomparan ni si Raja Naiambaton sisada anak sisada boru” dalam
bahasa Batak Toba, yang dapat diartikan dengan ”Keturunan Raja Naiambaton adalah
sama-sama pemilik putra dan putri,” yang dalam arti lebih luas lagi dapat
diartikan bahwa ”Putra-putri keturunan marga-marga Naiambaton tidak boleh
menikah satu sama lain.”
Raja Naiambaton
Satu tulisan menyatakan bahwa Raja Naiambaton
merupakan keturunan keenam dari Raja Batak, seperti berikut: Raja Batak
memperanakkan Guru Tateabulan, memperanakkan Raja Isumbaon, memperanakkan Tuan
Sorimangaraja, memperanakkan Raja Asiasi, memperanakkan Sangkaisomalindang, dan
memperanakkan Raja Naiambaton
Marga-marga Parna
Terdapat perbedaan pada jumlah marga yang masuk dalam kelompok Parna ini, hal
ini disebabkan karena kebudayaan Batak yang dapat menggunakan marga leluhur,
percabangan marga kakek, ayah, atau bahkan percabangan marga baru. Tetapi walau
berbeda marga, semuanya mengaku dipersatukan oleh ucapan di atas (”Pomparan ni
si Raja Naiambaton sisada anak sisada boru”).
Adapun marga-marga yang termasuk dalam Pomparan Ni Raja Nai Ambaton ( PARNA )
yaitu:
DAFTAR MARGA PARNA
January 8 2008
Keturunan Pomparan Raja naimbaton(PARNA):
Simbolon altong
Simbolon hapotan
Simbolon pande
Simbolon panihai
Simbolon suhut nihuta
Simbolon tuan
Sitanggang bau
Sitanggang lipan
Sitanggang gusar
Sitanggang upar
Sitanggang silo
Saraan(sigalingging)
Saragih dajawak
Saragih damunte
Saragih sumbayak
Siadari
Siallagan
Siambaton
Sidabalok
Sidabungke
Sidabutar
Sigalingging
Sidauruk
Sijabat
Simalango
Simanihuruk
Simarmata
Sitio
Tamba
Tinambunan
Tumanggor
Turnip
Turuten
Bancin
Banurea
Boang menalu
Brampu
Brasa
Bringin
Dalimunte
Gajah
Garingging
Ginting baho
Ginting beras
Ginting capa
Ginting guru putih
Ginting jadibata
Ginting jawak
Ginting manik
Ginting munthe
Ginting pase
Ginting sinisuka
Ginting sugihen
Ginting tumangger
Haro
Kombih
Maharaja
Manik kecupak
Munthe
Nadeak
Nahampun
Napitu
Pasi
Pinayungan
Rumahorbo
Saing
